Ini 11 Poin Larangan MUI dalam Bermedia Sosial

MUI memutuskan untuk mengeluarkan fatwa yang berbentuk larangan tersebut. Fatwa tentang media sosial ini tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 24 tahun 2017. Sebelas ketentuan yang dilarang oleh MUI dalam bermedia sosial adalah sebagai berikut:

1. Melakukan ghibah, fitnah, naminah, dan penyebaran permusuhan.

2. Melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar golongan.

3. Menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup.

4. Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar’i.

5. Menyebabkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya.

6. Memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi yang tidak benar kepada masyarakat hukumnya haram.

7. Memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi tentang hoax, ghibah, fitnah, naminah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal2 lain sejenis terkait pribadi kepada orang lain dan/atau khalayak hukumnya haram.

8. Mencari-cari informasi tentang aib, gosip, kejelekan orang laim atau kelompok hukumnya haram kecuali untuk kepentingan yang dibenarkam secara syar’i.

9. Memproduksi dan/atau menyebarkan konten/informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau memyalahkan yang benar, membangun opini agar seolah-olaj berhasil dan sukses, dan tujuan memyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak hukumnya haram.

10. Menyebarkan konten yang bersifat pribadi ke khalayak, pdahal konten tersebut diketahui tidak patut untuk disebarkan ke publik, seperti pose yang mempertontonkan aurat, hukumnya haram.

11. Aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, naminah, bullying, aib, gosip, dan hal2 lain sejenis sebagai profesi untik memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

The post Ini 11 Poin Larangan MUI dalam Bermedia Sosialappeared first on Kiblat.

Ini 11 Poin Larangan MUI dalam Bermedia Sosial /2017/06/06/ini-11-poin-larangan-mui-dalam-bermedia-sosial/

Habib Rizieq jadi tersangka, pengacara: Ini penzholiman

Habib Rizieq jadi tersangka, pengacara: Ini penzholiman https://www.arrahmah.com/2017/05/29/habib-rizieq-jadi-tersangka-pengacara-ini-penzholiman/

Eggi Sudjana juga mempertanyakan prosedur penyidikan polisi. “Dalam konteks penyidikan harusnya polisi berpedoman kepada Perkap Kapolri No 14 Tahun 2012 soal manajemen penyidikan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Detik.com,Senin (29/5/2017).

Perkap tersebut mengatur mekanisme penyidikan, mulai dari tahap awal sampai penyerahan tersangka dan barang bukti. Menurut Eggi, dalam penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka, ada prosedur yang tidak dilalui penyidik.

“Di sini tidak ada tahapan gelar perkara awal, pertengahan, maupun akhir. Tidak ada satu pun tahapan yang dilakukan. Kok langsung ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya.

Eggi lantas memutar memori tiga tahun silam saat membela Komjen (sekarang jenderal) Budi Gunawan yang melawan proses penyidikan rekening gendut yang dilakukan KPK. Saat itu Eggi dan Budi menang di praperadilan. Status tersangka Budi pun gugur.

Perkosaan Massal 98 Terhadap Perempuan Tionghoa Ternyata Hoax. Motif Apa di Balik Hoax Itu?

Perkosaan Massal 98 Terhadap Perempuan Tionghoa Ternyata Hoax. Motif Apa di Balik Hoax Itu? http://muslimina.blogspot.com/2017/05/perkosaan-massal-98-terhadap-perempuan.html

Isu perkosaan yang merangkai kerusahan Mei 1998, hingga kini tetap jadi perdebatan. Banyak yang menyangsikan bahwa adanya perkosaan politis dan sistematis menargetkan perempuan WNI Keturunan. Namun banyak pula yang percaya peristiwa itu benar-benar terjadi.

Di bawah ini ada tulisan dari seorang mantan wartawati yang patut disimak. Kesimpulannya adalah bahwa perkosaan itu diragukan adanya.

Nunik Iswardhani, menuliskannya sebagai berikut

Minggu 28 Mei, Matahari Melintas Tepat di Atas Ka’bah

Minggu 28 Mei, Matahari Melintas Tepat di Atas Ka’bah http://www.dakwatuna.com/2017/05/27/87317/minggu-28-mei-matahari-melintas-tepat-di-atas-kabah/

dakwatuna.com– Jakarta. Direktur Urusan Agama Islamdan Pembinaan Syariah Muhammad Thambrin menjelaskan,berdasarkan data astronomi, Minggu 28 Mei 2017 besok, matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah. Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA.

“Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah,” kata M.Thambrin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 27 Mei 2017.

Menurutnya, peristiwa semacam ini dikenal juga dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Momentum ini dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya adalah dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.

MUI Imbau Stasiun TV Tak Siarkan Lawakan Berlebihan Saat Ramadhan

MUI Imbau Stasiun TV Tak Siarkan Lawakan Berlebihan Saat Ramadhan https://www.hidayatullah.com/berita/nasional/read/2017/05/28/117462/mui-imbau-stasiun-tv-tak-siarkan-lawakan-berlebihan-saat-ramadhan.html

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengimbau agar media massa, utamanya stasiun televisi, untuk tidak menyiarkan tayangan yang bersifat pornografi, pornoaksi, bermuatan ramalan, dan kekerasan. Termasuk lawakan berlebihan.

Menyembunyikan Cacat Barang, Transaksi Tak Sah?

Menyembunyikan Cacat Barang, Transaksi Tak Sah? http://pengusahamuslim.com/5931-menyembunyikan-cacat-barang-transaksi-tak-sah.html

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam bersabda,

Para pedagang yang jujur, dapat dipercaya akan bersama para Nabi, siddiqin dan orang-orang yang mati syahid“.—HR Tirmizi, ia berkata: derajat hadist inihasan.

Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam juga bersabda,

Jika penjual dan pembeli jujur serta menjelaskan cacat barang niscaya akad jual-beli mereka diberkahi. Namun, jika keduanya berdusta serta menyembunyikan cacat barang niscaya dihapus keberkahan dari akad jual-beli mereka“.—HR Bukhari dan Muslim

Oleh karena besarnya pahala yang diterima oleh pedagang yang jujur dan ancaman untuk pedagang yang menyembunyikan cacat barang, para ahli fiqh mengatakan wajib hukumnya menjelaskan cacat barang kepada calon pembeli.

Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,

Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, maka tidak halal ia menjual suatu barang yang terdapat cacat kepada saudaranya, melainkan ia jelaskan cacatnya“.—HR Ibnu Majah; hadist ini dishahihkan oleh Al-Albani

5 Hal Ini Dapat Memalingkan Anda Dari WhatsApp

5 Hal Ini Dapat Memalingkan Anda Dari WhatsApp /2017/05/07/5-hal-ini-dapat-memalingkan-anda-dari-whatsapp/ 

Berikut adalah 5 hal produktif yang dapat kita lakukan saat kita berpaling dari WhatsApp:

  1. Membaca satu halaman Al-Qur’an
  2. Membaca shalawat untuk Nabi shalallahu ‘alaihi wa salam
  3. Mendoakan orang-orang yang kita cintai dan umat Islam
  4. Membaca zikir
  5. Merencanakan bagaimana Ramadhan tahun ini bisa produktif.

Dzikir Dua Menit Pahalanya Sebukit

Dzikir Dua Menit Pahalanya Sebukit http://pengusahamuslim.com/5863-dzikir-dua-menit-pahalanya-sebukit.html

Dijamin tak ada seorang pun yang menolak bila ditawari investasi waktu yang hasilnya datang super cepat dalam jumlah super hebat. Apalagi hanya butuh dua menit, tapi hasilnya bisa untuk menutup semua kerugian.

Ini penawaran sangat serius.Dua menit? Ya, bahkan bisakurangIni karena yang menawarkan teramat sangat kaya, dan sanggup melakukan apa saja! Dialah Allah, Pencipta Alam Semesta dan Pemberi Rezeki seluruh makhluk-Nya.