Apa yang Perlu Dilakukan Saat Data Hilang/Terhapus?

Kehilangan data penting tentu sangat menjengkelkan. Misalnya foto-foto pernikahan Anda, skripsi yang sudah sampai Bab IV, video si kecil waktu mulai belajar berjalan, dsb. Bagaimana menyikapi kehilangan data?

Berikut langkah-langkah yang bisa dilakukan ketika data Anda hilang atau terhapus:

1. Tetap tenang, jangan panik. Jadi Anda bisa mengurangi kemungkinan melakukan hal-hal yang merugikan.

2. Ingat-ingat, apakah Anda memiliki salinan (backup) data yang hilang? Entah di flash disk, DVD, memori HP, di komputer teman, dll.

3. Jangan gunakan partisi/media tempat data yang terhapus untuk menyimpan file. Misalnya, jika file yang terhapus berada di drive D:, jangan gunakan drive D: untuk menyimpan file. Atau lebih mudahnya, drive D: jangan diapa-apakan. Jika file yang hilang di drive C:, jangan gunakan untuk browsing internet.

4. Gunakan software untuk mengembalikan data yang terhapus. Anda bisa menggunakan software recovery data seperti Recuva, FreeUndelete, dsb. Gunakan saja versi portable-nya, jadi tidak perlu diinstal.

Simpan file-file yang berhasil ditemukan di drive yang lain dengan drive tempat file yang hilang. Misalnya, jika file yang hilang dari drive D:, simpanlah file yang ditemukan di drive E:.

Untuk file-file yang sulit dipulihkan karena terformat atau terpartisi, Anda bisa menggunakan jasa recovery data kami.

Anak Anda Ngomong Saru/Kasar? Cari tahu apa sebabnya

Boy shouting by clairity at FlickrIngatlah bahwa anak-anak adalah peniru yang baik. Mari kita daftar sebab-sebab anak bicara tidak sopan:

  • Kita sendiri sumbernya. Entah sadar atau tidak, kalau sedang berkumpul dengan teman-teman akrab mungkin terselip kata-kata saru. Atau waktu kita sedang marah, kata-kata kasar terlompat dengan derasnya. Ayo kita perbaiki ucapan kita.
  • Dari televisi. Sinetron (meskipun sinetron anak), banyak berisi kata-kata makian. Acara humor banyak berisi kata-kata hinaan. Lagu-lagu cinta dewasa banyak berisi kata-kata ‘cium’, ‘peluk’, ‘cumbu’, ‘belai’, dst. Ayo kita batasi acara-acara yang ditonton anak dan dampingi mereka saat nonton TV.
  • Dari teman-temannya. Yang ini lebih sulit kita kendalikan. Ajak diskusi para orang tua teman-teman anak kita mengenai ucapan yang tidak sopan ini.
  • Dari tetangga dewasa. Banyak juga kan, orang dewasa yang mengajari anak kata-kata aneh. Menurut mereka itu lucu saja. Ajak para orang dewasa itu untuk berbicara baik kepada anak.

Intinya, peran orang tua sangat penting terhadap perilaku anak. Janganlah anak kita terlalu lama ditinggal bersama pengasuh atau TV. Jadilah teman yang baik bagi anak Anda. Semoga anak kita senantiasa mendoakan saat kita telah pindah ke alam lain. Amin!

Anak-anak yang Saya Kenal Sulit Berbagi (Pelit)

Children sharing sweetSaya heran, mengapa anak-anak di sekitar saya tidak mau berbagi. Entah itu makanan, mainan, dsb. Kalau diingat-ingat, dulu waktu kecil saya juga sulit berbagi.

Saya pikir, dari pengalaman dan pengamatan, sebab-sebab anak pelit antara lain:

  • Teman-temannya pelit, jadi dia juga ikut-ikutan
  • Kurangnya contoh dari orang-orang dewasa di sekitarnya
  • Anak terlalu banyak nonton TV dan game, jadi jiwa sosialnya kurang terlatih

Sedikit cerita dari saya. Saya memiliki beberapa sepupu, keponakan, dan tetangga usia 3-8 tahun yang setiap hari saya jumpai. Dialog-dialog yang terjadi banyak yang seperti ini:

Adi: “Aku punya coklat besar! Kamu nggak aku kasih. Weeek!” (Bayangkan sendiri ekspresinya)
Bona: “Biarin! Besok aku minta dibelikan sama Papaku yang lebih besar.”

atau yang seperti ini:

Aku: (Mengambil bonekanya) “Wiih! Bonekanya bagus ya?”
Cici: “Eeh, eh, eh!!” (Tangannya mencoba meraih bonekanya. Maksudnya: Itu punyaku. Kembalikan!)

atau yang seperti ini:

Ini tentang kursi yang biasa dipakai ibuku, yang kebetulan serumah dengan Cici. Adi sedang duduk di kursi tersebut.

Cici: “Jangan duduk di situ! Itu kursiku.” (sambil menarik tangan Adi)

Saya sendiri sudah berulang kali melatih mereka untuk mau berbagi. Misalnya dengan memberi contoh dan menjelaskan. Kadang-kadang mereka saya beri makanan atau mainan. Atau dengan menyuruh anak yang punya makanan untuk membagi makanannya kepada temannya. Yang diberi saya ajari berterima kasih. Tapi apalah daya saya karena bukan orang tua mereka.

Mudah-mudahan anak saya nanti tidak pelit. Alhamdulillah saya dan calon istri tidak pelit (ngakunya, hehehe!).

Daftar Narablog (Blogger) Asal Kabupaten Pati

Halo para netter Pati! Punya blog? Kalau belum, ayo bikin! Jangan cuma fesbukan saja dong :)

Berikut daftar beberapa narablog dari Kabupaten Pati. Silakan kalau Sampeyan mau usul linknya ditampilkan :)

  1. Ali Munir
  2. Kang To
  3. Huda
  4. Danuh Yandiozy Pautraka
  5. Info Pati
  6. Zain
  7. Disdik Kecamatan Jakenan
  8. Dul Klethak
  9. Cah Juwana
  10. MI Tarbiyatusy Syubban Kalimulyo
  11. Aris
  12. Faqih
  13. JezJuz
  14. Agung
  15. Radio PAS FM Pati
  16. Simpang 5 TV
  17. Jadi lebih baik
  18. KabupatenPati.com
  19. Elfrida
  20. Ayo ke Pati
  21. Info Pati
  22. Iwan Trisno
  23. Sugiyanto
  24. Ayo ke Pati
  25. Mas Inggi
  26. Hadi Prayitno
  27. Muhammad Nur Fawaiq

Mendaki Atas Angin Yang Ekstrim

Perhatian! Tulisan ini ukurannya besar sekali. Pertimbangkan untuk tidak menampilkan gambar kalau kamu browsing pake HP.

pras-merayapCapek, suntuk, stres dengan kesibukan utak-atik komputer di PCC (Pati Computer Center) dan kuliah di STIMIK AKI Pati membuat kerinduanku pada gunung makin menjadi-jadi. Hmm… Kali ini puncak gunung apa lagi yang akan aku daki, ya? Aha! Atas Angin pasti seru! Jadi ingat cerita gengnya Lisin (Japit Muncak), yang katanya ada jalur sempit yang di kiri dan kanannya jurang 90 derajat. WOW! Bikin ngiler aja :D

Segera ide ini aku sampaikan kepada Pras yang juga gila naik gunung. Hihihi… Yang namanya Pras pasti nggak akan nolak diajak naik gunung asal dana mencukupi. Segera dia sanggupi dengan luapan rasa gembira dan tidak sabaran, sebab hari H-nya adalah minggu depan. Dan aku rasa cukup kami berdua saja yang naik dengan pertimbangan ini baru pertama kalinya kami ke sana. Kalau ada yang mau ikut, paling tidak harus tangguh dan sudah berpengalaman. Ini untuk mengantisipasi kalau-kalau ada kejadian serem seperti di Argo Jombangan kemarin :D

Oke, pendakian kami laksanakan hari Continue reading