Keutamaan tasbih

Keutamaan tasbih
——————
Sahih al-Bukhori:5926

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

مَنْ قَالَ: سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ.

Dari Abu Hurairah ra: Bahwa Rasulullah saw bersabda:

Barangsiapa mengucapkan Subhanallah wabihamdihi (Maha suci Allah dan segala pujian hanya untuk-Nya) sehari seratus kali, maka dosa-dosanya akan terampuni walaupun sebanyak buih di lautan.

Pesan :
Keutamaan membaca Subhanallah wa bihamdihi 100 kali, akan diampuni walaupun dosanya sebanyak buih di lautan.

via Satu Hari Satu Hadis

Download aplikasi Satu Hari Satu Hadis di sini : http://bit.ly/satuharisatuhadis

Ampunan dan pahala besar bagi orang beriman dan beramal saleh

Allah SWT berfirman:

وَعَدَ اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَعَمِلُوا الصّٰلِحٰتِ ۙ لَهُمْ مَّغْفِرَةٌ وَّاَجْرٌ عَظِيْمٌ
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh (bahwa) mereka akan mendapat ampunan dan pahala yang besar.”
(QS. Al-Ma’idah 5: Ayat 9)

* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Ini 11 Poin Larangan MUI dalam Bermedia Sosial

MUI memutuskan untuk mengeluarkan fatwa yang berbentuk larangan tersebut. Fatwa tentang media sosial ini tertuang dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia Nomor 24 tahun 2017. Sebelas ketentuan yang dilarang oleh MUI dalam bermedia sosial adalah sebagai berikut:

1. Melakukan ghibah, fitnah, naminah, dan penyebaran permusuhan.

2. Melakukan bullying, ujaran kebencian, dan permusuhan atas dasar suku, agama, ras, atau antar golongan.

3. Menyebarkan hoax serta informasi bohong meskipun dengan tujuan baik, seperti info tentang kematian orang yang masih hidup.

4. Menyebarkan materi pornografi, kemaksiatan, dan segala hal yang terlarang secara syar’i.

5. Menyebabkan konten yang benar tetapi tidak sesuai tempat dan/atau waktunya.

6. Memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi yang tidak benar kepada masyarakat hukumnya haram.

7. Memproduksi, menyebarkan dan/atau membuat dapat diaksesnya konten/informasi tentang hoax, ghibah, fitnah, naminah, aib, bullying, ujaran kebencian, dan hal2 lain sejenis terkait pribadi kepada orang lain dan/atau khalayak hukumnya haram.

8. Mencari-cari informasi tentang aib, gosip, kejelekan orang laim atau kelompok hukumnya haram kecuali untuk kepentingan yang dibenarkam secara syar’i.

9. Memproduksi dan/atau menyebarkan konten/informasi yang bertujuan untuk membenarkan yang salah atau memyalahkan yang benar, membangun opini agar seolah-olaj berhasil dan sukses, dan tujuan memyembunyikan kebenaran serta menipu khalayak hukumnya haram.

10. Menyebarkan konten yang bersifat pribadi ke khalayak, pdahal konten tersebut diketahui tidak patut untuk disebarkan ke publik, seperti pose yang mempertontonkan aurat, hukumnya haram.

11. Aktivitas buzzer di media sosial yang menjadikan penyediaan informasi berisi hoax, ghibah, fitnah, naminah, bullying, aib, gosip, dan hal2 lain sejenis sebagai profesi untik memperoleh keuntungan, baik ekonomi maupun non ekonomi, hukumnya haram. Demikian juga orang yang menyuruh, mendukung, membantu, memanfaatkan jasa dan orang yang memfasilitasinya.

Reporter: Taufiq Ishaq
Editor: M. Rudy

The post Ini 11 Poin Larangan MUI dalam Bermedia Sosialappeared first on Kiblat.

Ini 11 Poin Larangan MUI dalam Bermedia Sosial /2017/06/06/ini-11-poin-larangan-mui-dalam-bermedia-sosial/

Setan mengganggu seseorang yang shalat

Setan mengganggu seseorang yang shalat
——————
Sahih al-Bukhori:573

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ: أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ:

إِذَا نُودِيَ لِلصَّلاَةِ أَدْبَرَ الشَّيْطَانُ وَلَهُ ضُرَاطٌ حَتَّى لاَ يَسْمَعَ التَّأْذِينَ. فَإِذَا قَضَى النِّدَاءَ أَقْبَلَ، حَتَّى إِذَا ثُوِّبَ بِالصَّلاَةِ أَدْبَرَ، حَتَّى إِذَا قَضَى التَّثْوِيبَ أَقْبَلَ، حَتَّى يَخْطِرَ بَيْنَ الْمَرْءِ وَنَفْسِهِ يَقُولُ: اذْكُرْ كَذَا اذْكُرْ كَذَا لِمَا لَمْ يَكُنْ يَذْكُرُ، حَتَّى يَظَلَّ الرَّجُلُ لاَ يَدْرِي كَمْ صَلَّى.

Dari Abu Hurairah: Bahwa Rasulullah saw bersabda:

Jika panggilan shalat (azan) dikumandangkan, maka setan akan menjauh sambil buang angin supaya ia tidak mendengar suara azan. Apabila panggilan azan telah selesai maka setan akan kembali, dan bila iqamat dikumandangkan setan kembali menjauh, jika iqamat telah selesai dikumandangkan dia kembali lagi, lalu dia menyelinap masuk ke dalam hati seseorang seraya berkata: Ingatlah ini dan itu yang orang itu tidak ingat sebelumnya. (Dia terus saja menggoda orang tersebut) hingga seseorang tidak mengetahui berapa rakaat yang sudah dia laksanakan dalam shalatnya.

Pesan :
Setan senantiasa mengganggu seorang manusia yang sedang shalat, karena itu mintalah perlindungan kepada Allah dari godaan setan sebelum anda shalat, dan berusahalah agar mempertahankan kekhusyuan dalam shalat.

via Satu Hari Satu Hadis

Download aplikasi Satu Hari Satu Hadis di sini : http://bit.ly/satuharisatuhadis

Habib Rizieq jadi tersangka, pengacara: Ini penzholiman

Habib Rizieq jadi tersangka, pengacara: Ini penzholiman https://www.arrahmah.com/2017/05/29/habib-rizieq-jadi-tersangka-pengacara-ini-penzholiman/

Eggi Sudjana juga mempertanyakan prosedur penyidikan polisi. “Dalam konteks penyidikan harusnya polisi berpedoman kepada Perkap Kapolri No 14 Tahun 2012 soal manajemen penyidikan,” ujarnya, sebagaimana dilansir Detik.com,Senin (29/5/2017).

Perkap tersebut mengatur mekanisme penyidikan, mulai dari tahap awal sampai penyerahan tersangka dan barang bukti. Menurut Eggi, dalam penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka, ada prosedur yang tidak dilalui penyidik.

“Di sini tidak ada tahapan gelar perkara awal, pertengahan, maupun akhir. Tidak ada satu pun tahapan yang dilakukan. Kok langsung ditetapkan sebagai tersangka,” ungkapnya.

Eggi lantas memutar memori tiga tahun silam saat membela Komjen (sekarang jenderal) Budi Gunawan yang melawan proses penyidikan rekening gendut yang dilakukan KPK. Saat itu Eggi dan Budi menang di praperadilan. Status tersangka Budi pun gugur.

Perkosaan Massal 98 Terhadap Perempuan Tionghoa Ternyata Hoax. Motif Apa di Balik Hoax Itu?

Perkosaan Massal 98 Terhadap Perempuan Tionghoa Ternyata Hoax. Motif Apa di Balik Hoax Itu? http://muslimina.blogspot.com/2017/05/perkosaan-massal-98-terhadap-perempuan.html

Isu perkosaan yang merangkai kerusahan Mei 1998, hingga kini tetap jadi perdebatan. Banyak yang menyangsikan bahwa adanya perkosaan politis dan sistematis menargetkan perempuan WNI Keturunan. Namun banyak pula yang percaya peristiwa itu benar-benar terjadi.

Di bawah ini ada tulisan dari seorang mantan wartawati yang patut disimak. Kesimpulannya adalah bahwa perkosaan itu diragukan adanya.

Nunik Iswardhani, menuliskannya sebagai berikut

Minggu 28 Mei, Matahari Melintas Tepat di Atas Ka’bah

Minggu 28 Mei, Matahari Melintas Tepat di Atas Ka’bah http://www.dakwatuna.com/2017/05/27/87317/minggu-28-mei-matahari-melintas-tepat-di-atas-kabah/

dakwatuna.com– Jakarta. Direktur Urusan Agama Islamdan Pembinaan Syariah Muhammad Thambrin menjelaskan,berdasarkan data astronomi, Minggu 28 Mei 2017 besok, matahari akan melintas tepat di atas Ka’bah. Peristiwa alam ini akan terjadi pada pukul 16.18 WIB atau 17.18 WITA.

“Saat itu, bayang-bayang benda yang berdiri tegak lurus, di mana saja, akan mengarah lurus ke Ka’bah,” kata M.Thambrin dalam keterangan tertulisnya, Sabtu 27 Mei 2017.

Menurutnya, peristiwa semacam ini dikenal juga dengan nama Istiwa A’dham atau Rashdul Qiblah. Yaitu, ketentuan waktu di mana bayangan benda yang terkena sinar matahari menunjuk arah kiblat.

Momentum ini dapat digunakan bagi umat Islam untuk memverifikasi kembali arah kiblatnya. Caranya adalah dengan menyesuaikan arah kiblat dengan arah bayang-bayang benda pada saat Rashdul Qiblah.